OEE dan fungsi penting dalam struktur GM operasional menggunakannya (part 1)

Dari gambar yang saya dapat di LinkedIn ini saya mulai menggunakan pecahan ilmu yang saya dapat dari pengamatan dan pengalaman saya sebagai kepala departement, tim audit mutu dan beberapa training yang saya dapat tentang continual improvement Kaizen, lean dan Poka yoke


1. TEEP Report (Total Effective Equipment Performance)

๐Ÿงพ Pengertian

TEEP adalah singkatan dari Total Effective Equipment Performance, yaitu metrik yang mengukur pemanfaatan total waktu kalender (24/7) untuk produksi yang efektif. Berbeda dengan OEE (yang hanya mengukur waktu terjadwal), TEEP memperhitungkan waktu maksimum secara keseluruhan.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Total Time (jam/minggu/bulan)
b. Scheduled Time
c. Availability Time
d. Performance Time
e. Quality Time
f. Effective Time
g. TEEP (%) = (Availability × Performance × Quality × Scheduled Time ÷ Total Time)

Baris Umum:
  • Mesin A, Mesin B, Mesin C
  • Line Produksi 1, 2, 3
  • Periode: Harian / Mingguan / Bulanan

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

Misalnya di pabrik flooring:

  • Total time = 720 jam/bulan
  • Scheduled time = 520 jam (hari kerja reguler)
  • Availability = 85%
  • Performance = 90%
  • Quality = 95%

Maka:
TEEP = 0.85 × 0.90 × 0.95 × (520 ÷ 720) = 47.3%

Artinya hanya 47.3% dari potensi 24/7 yang benar-benar digunakan secara efektif untuk menghasilkan produk yang baik.

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • TEEP berguna untuk evaluasi kapasitas maksimal dan justifikasi investasi mesin baru.
  • Angka rendah tidak selalu buruk, tergantung strategi: pabrik make-to-order cenderung punya TEEP lebih kecil dari mass production.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Jenis shift (2 shift vs 3 shift)
  • Demand pasar (tinggi vs rendah)
  • Kebijakan perawatan (bulanan atau triwulan)
  • Libur dan force majeure



2. Exception Report

๐Ÿงพ Pengertian

Exception Report adalah laporan yang mencatat gangguan atau kondisi khusus yang terjadi di luar kondisi normal operasional. Tujuannya adalah membantu manajemen (terutama GM) memahami penyimpangan dari rencana kerja dan mengambil keputusan tanggap darurat atau preventif.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal kejadian
b. Jenis gangguan
c. Lokasi/line terdampak
d. Durasi gangguan
e. Dampak terhadap output
f. Aksi korektif/preventif
g. Status (Selesai / Dalam Tindak Lanjut)

Baris Umum:
  • Baris berdasarkan per hari/per shift
  • Setiap baris mencatat satu kejadian gangguan spesifik
  • Dapat ditandai kode prioritas (High / Medium / Low)

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

  • Tanggal: 5 Juli 2025
  • Jenis gangguan: Pemadaman listrik dari PLN
  • Lokasi: Line Plywood Pressing
  • Dampak: Produksi tertunda 8 jam, 600 m² tidak diproses
  • Aksi: Koordinasi genset darurat & negosiasi kompensasi delivery ke buyer
  • Status: Selesai

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Tidak semua gangguan perlu dicatat, hanya yang material memengaruhi output/kualitas/safety.
  • Laporan ini penting sebagai dasar komunikasi antar departemen (Produksi – PPIC – QC – Management).
  • Digunakan juga untuk evaluasi vendor listrik, supplier bahan, atau cuaca ekstrem.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Tingkat frekuensi gangguan (mingguan jika sering, bulanan jika jarang)
  • Urgensi untuk mitigasi risiko berdasarkan matriks Resiko severity vs frequency 
  • Pengaruh terhadap KPI tim/plant

3. Risk Loss Report (Laporan Kehilangan karena Risiko)

๐Ÿงพ Pengertian

Risk Loss Report adalah laporan yang mencatat kerugian aktual atau potensi kerugian akibat kejadian berisiko, yang dapat berasal dari internal atau eksternal. Biasanya dipakai untuk kebutuhan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) atau manajemen risiko produksi.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Kategori Risiko (Mesin, SDM, Material, Lingkungan)
b. Deskripsi risiko
c. Potensi kerugian (Rupiah/unit/jam)
d. Kemungkinan terjadinya (Probabilitas)
e. Dampak keparahan (Severity)
f. Deteksi (Kemampuan mendeteksi sebelum terjadi)
g. RPN (Risk Priority Number = P x S x D)

Baris Umum:
  • Risiko-risiko ditulis baris per baris
  • Dapat dikelompokkan menurut area: Proses Potong, Oven, Pressing, Coating, dll

๐Ÿชต Contoh :

  • Risiko: Tumpukan bahan baku roboh karena penyimpanan tidak sesuai SOP
  • Kerugian potensi: Rp15.000.000
  • Probabilitas: 4 (dari skala 1–5) 1 bulan sekali ada kejadian 
  • Dampak: 5 (cedera, kerusakan bahan & downtime)
  • Deteksi: 3 (belum ada sistem alarm/cek kelurusan dan ketinggian )
  • RPN: 4 × 5 × 3 = 60 → High Priority (saran disampaikan ke 5R team SPV) 

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Risk Loss Report menjadi acuan action plan tahunan (misalnya untuk safety, layout improvement, SOP perawatan).
  • Dapat digunakan untuk presentasi audit eksternal & penilaian ISO.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Jadwal audit internal
  • Frekuensi insiden
  • Update FMEA tahunan atau per produk baru

4. Capacity Planning Report

๐Ÿงพ Pengertian

Capacity Planning Report adalah laporan yang membandingkan antara kapasitas produksi yang tersedia (supply) dengan kebutuhan produksi (demand) dalam periode tertentu. Report ini digunakan oleh GM untuk mengevaluasi keseimbangan beban kerja, perluasan kapasitas, atau pengurangan resource.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Line Produksi
b. Kapasitas maksimum (m³/hari atau unit/bulan)
c. Kapasitas aktual tersedia
d. Permintaan aktual
e. Load vs Capacity (%)
f. Rencana penyesuaian (shift, overtime, outsourcing, idle)

Baris Umum:
  • Berdasarkan setiap line produksi / mesin utama
  • Per minggu atau per bulan

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

  • Line: Finger Joint Laminating
  • Kapasitas maksimal: 80 m³/hari
  • Kapasitas tersedia: 64 m³/hari (karena 1 mesin idle)
  • Permintaan: 90 m³/hari
  • Load vs Capacity: 140%
  • Rencana: Tambah overtime 2 jam & sewa line tambahan dari vendor

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Report ini penting saat terjadi lonjakan pesanan atau proyek besar ekspor.
  • Bisa menjadi dasar perencanaan investasi mesin baru, pengurangan shift, atau optimasi layout.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Jadwal bulanan PPIC
  • Perubahan besar dalam order book
  • Musim tertentu (peak/off-peak) dalam ekspor atau konstruksi

5. NPI Report (New Product Introduction Report)

๐Ÿงพ Pengertian

NPI Report digunakan untuk mencatat dan mengevaluasi hasil uji coba produk baru, dari sisi desain, kecepatan proses, defect, hingga reaksi pasar awal. Umumnya digunakan sebagai dasar sebelum produk diluncurkan ke produksi massal.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Nama produk baru
b. Tanggal trial
c. Line produksi yang digunakan
d. Durasi produksi
e. Output OK / NG
f. Masalah yang ditemukan
g. Catatan engineering & quality
h. Rekomendasi (Lanjutkan / Ulang trial / Perbaiki desain)

Baris Umum:
  • Setiap baris merepresentasikan satu percobaan produk
  • Bisa dikelompokkan per tipe produk (flooring, panel, furniture)

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

  • Produk: Lantai bambu motif baru
  • Trial: 5 hari di Line Hot Press
  • Output: 1.200 pcs → 70% OK, 30% delaminasi
  • Masalah: Lapisan UV belum cocok untuk jenis lem baru
  • Rekomendasi: Revisi lem dan lakukan trial ulang

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Report ini digunakan untuk approval sebelum mass production
  • Juga menjadi dasar evaluasi kompatibilitas mesin, durasi setup, dan resiko defect baru

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Jadwal peluncuran produk baru
  • Keputusan manajemen marketing/R&D
  • Kesiapan tooling dan material khusus

6. Work Calendar

๐Ÿงพ Pengertian

Work Calendar adalah kalender kerja resmi perusahaan yang mencatat hari kerja efektif, hari libur nasional, dan jadwal shift produksi. Report ini menjadi dasar untuk menghitung waktu kerja total (Scheduled Time) dan digunakan dalam perhitungan OEE, TEEP, serta kapasitas output mingguan/bulanan.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal
b. Hari (Senin–Minggu)
c. Status (Kerja / Libur / Lembur)
d. Shift (1 / 2 / 3)
e. Jam kerja per shift
f. Total jam kerja per hari

Baris Umum:
  • Tiap baris adalah satu tanggal
  • Disusun dalam tampilan bulanan atau mingguan

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

  • Tanggal: 1–30 Juli 2025
  • Hari kerja: 24 hari
  • Hari libur: 6 hari (Sabtu, Minggu, dan Idul Adha)
  • Total jam kerja efektif (2 shift × 8 jam × 24 hari): 384 jam

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Work Calendar adalah acuan utama PPIC dan produksi dalam menyusun target output mingguan.
  • GM menggunakan kalender ini untuk mengevaluasi efisiensi kerja, termasuk kebutuhan lembur atau pengurangan shift.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Kalender nasional & libur keagamaan
  • Musim ekspor atau proyek besar
  • Ketersediaan material atau permintaan pasar

7. Downtime Log

๐Ÿงพ Pengertian

Downtime Log adalah laporan yang mencatat semua waktu henti mesin (baik planned maupun unplanned). Tujuan utama report ini adalah untuk mengetahui penyebab mesin tidak beroperasi, durasi, dan dampaknya terhadap output produksi.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal dan waktu
b. Nama mesin/line
c. Jenis downtime (planned/unplanned)
d. Penyebab (kerusakan, bahan habis, setup, dll.)
e. Durasi (menit atau jam)
f. Output hilang akibat downtime
g. PIC penanganan
h. Status perbaikan (Selesai / Pending)

Baris Umum:
  • Per baris adalah satu kejadian downtime
  • Bisa diurutkan berdasarkan mesin, tanggal, atau dampak

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Perkayuan:

  • Tanggal: 10 Juli 2025
  • Mesin: Double Sizer (DS-2)
  • Jenis: Unplanned downtime
  • Penyebab: Belt conveyor putus
  • Durasi: 2 jam
  • Output hilang: ±5 m³ flooring
  • Status: Selesai diperbaiki

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Downtime log adalah komponen utama dalam OEE (Availability)
  • GM menggunakan data ini untuk memutuskan investasi sparepart, jadwal preventive maintenance, atau perubahan layout mesin

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Frekuensi gangguan
  • Periode produksi aktif
  • Intensitas audit TPM atau pengawasan harian oleh supervisor

Siap! Saya akan sesuaikan contoh-contohnya dengan konteks wood working pada produk lantai kayu (flooring) dan decking, bukan plywood. Kita lanjut ke dua item berikutnya:


8. SMED Report

(Single-Minute Exchange of Die)

๐Ÿงพ Pengertian

SMED Report adalah laporan yang mencatat waktu dan aktivitas saat proses changeover (ganti cetakan, ukuran, jenis produk) berlangsung. SMED bertujuan meminimalkan waktu setup mesin agar produksi lebih fleksibel dan efisien.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal
b. Line mesin
c. Produk sebelumnya → Produk baru
d. Waktu mulai & selesai changeover
e. Durasi total (menit)
f. Aktivitas internal & eksternal
g. Hambatan atau kendala
h. Rekomendasi perbaikan

Baris Umum:
  • Per changeover event
  • Bisa dikelompokkan per jenis produk atau shift

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Woodworking (Flooring/Decking):

  • Mesin: Profiling Line
  • Produk: Ganti dari Flooring Teak 15x90x600mm → Merbau 18x120x1000mm
  • Durasi: 45 menit
  • Kendala: Setting ulang pisau spindle & kalibrasi feeder
  • Rekomendasi: Standarisasi jig, simpan preset setelan alat

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • Changeover lama bisa menurunkan availability OEE.
  • GM melihat tren durasi ganti produk sebagai indikator kesiapan tim produksi.
  • Cocok untuk pabrik dengan banyak varian ukuran dan jenis kayu.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Frekuensi ganti ukuran/produk
  • Variasi spesifikasi buyer
  • Periode puncak order campuran (mix product)

9. PM Log (Planned Maintenance Log)

๐Ÿงพ Pengertian

PM Log adalah catatan rutin aktivitas perawatan mesin terjadwal seperti pelumasan, pembersihan, kalibrasi, dan penggantian sparepart. Bertujuan mencegah breakdown dan memperpanjang umur mesin.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal
b. Mesin/line
c. Jenis maintenance (harian/mingguan/bulanan)
d. Aktivitas yang dilakukan
e. Durasi
f. Teknisi / PIC
g. Temuan abnormalitas
h. Status tindak lanjut

Baris Umum:
  • Per mesin atau area kerja
  • Bisa disusun mingguan/bulanan

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Woodworking (Flooring/Decking):

  • Mesin: Moulder 6-spindle
  • Tanggal: 5 Juli 2025
  • Maintenance: Bulanan
  • Aktivitas: Pengecekan pisau, pelumasan gearbox, ganti V-belt
  • Temuan: Getaran tidak normal di spindle ke-4
  • Tindak lanjut: Kalibrasi ulang dan penggantian bearing

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • PM Log mendukung strategi TPM (Total Productive Maintenance)
  • GM mengevaluasi efektivitas TPM dari konsistensi jadwal & penurunan jumlah breakdown.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Criticality mesin
  • Jam kerja kumulatif
  • Hasil inspeksi visual atau getaran
  • Kondisi kayu (kayu keras seperti merbau lebih cepat menggerus pisau)

10. Activity Log

๐Ÿงพ Pengertian

Activity Log adalah catatan semua aktivitas operator, teknisi, atau supervisor selama jam kerja. Bertujuan untuk mengetahui waktu kerja yang bernilai tambah (value-added) dan yang tidak bernilai tambah (non-value-added).

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Tanggal
b. Nama operator/tim
c. Jam mulai & selesai
d. Jenis aktivitas (produksi, setup, bersih-bersih, menunggu, meeting)
e. Keterangan detail
f. Kategori (Value Added / Non Value Added)

Baris Umum:
  • Setiap aktivitas dalam satu hari tercatat sebagai satu baris
  • Bisa digabungkan untuk analisis waktu per shift

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Woodworking (Flooring/Decking):

Tanggal Nama Jam Aktivitas Keterangan Kategori
10 Jul Udin 08:00–08:30 Menunggu bahan Loader lambat suplai Non-VA
10 Jul Udin 08:30–12:00 Profiling Flooring Merbau VA
10 Jul Udin 13:00–13:30 Rapat safety Koordinasi area lantai basah Non-VA

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • GM menggunakan laporan ini untuk mengurangi aktivitas non-produktif (menunggu, meeting berulang).
  • Data ini penting untuk pelatihan efisiensi kerja, pengaturan SOP dan jadwal kerja.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Shift harian
  • Audit efisiensi waktu kerja
  • Program lean manufacturing dan pengukuran work balance

11. Loss Tree Report

๐Ÿงพ Pengertian

Loss Tree Report adalah pemetaan hierarkis dari semua jenis pemborosan (losses) dalam proses produksi, dikelompokkan secara sistematis berdasarkan kategori: waktu, kecepatan, dan kualitas. Laporan ini adalah dasar untuk analisis prioritas perbaikan.

๐Ÿ“Š Struktur Report:

Kolom Umum:

a. Jenis loss (Availability, Performance, Quality)
b. Sub-loss (misalnya: Minor Stop, Setup Loss, NG Loss)
c. Nilai loss (menit, unit, rupiah)
d. Persentase terhadap total loss
e. Dampak terhadap OEE
f. Prioritas perbaikan (High/Medium/Low)

Baris Umum:
  • Setiap baris adalah satu jenis loss
  • Dapat digambarkan dalam bentuk pohon (tree diagram) visual

๐Ÿชต Contoh dalam Industri Woodworking (Flooring/Decking):

Availability Loss
├── Minor Stop (sensor error, clamp longgar) – 120 menit – 15%
├── Setup Loss (ganti ukuran kayu) – 180 menit – 23%
Performance Loss
├── Kecepatan mesin drop saat potong decking ulin – 240 menit – 30%
Quality Loss
├── NG akibat delaminasi di coating UV – 80 unit – 18%

๐Ÿ“ Catatan Penting:

  • GM menggunakan loss tree untuk memfokuskan project Kaizen atau Six Sigma hanya pada loss paling berdampak.
  • Loss Tree biasa menjadi lampiran wajib dalam review bulanan OEE.

๐Ÿ•ฐ️ Periodisasi Report Dipengaruhi Oleh:

  • Frekuensi loss yang diukur (biasanya bulanan)
  • Evaluasi continuous improvement
  • Feedback dari QC, maintenance, dan operator

Lanjut berikutnya besok ya.. See you tomorrow 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEAN vs SIX SIGMA : Test Pengetahuan anda sendiri disini

PPIC Learning Module - Dashboard

Control Chart CPL/CPK Template : Analisis Kapabilitas Proses untuk Mesin Press Plywood